Salam dan Bahagia,
- Mendeskripsikan (Reporting): menceritakan ulang peristiwa yang terjadi
- Merespon (Responding): menjabarkan tanggapan yang diberikan dalam menghadapi peristiwa yang diceritakan, misalnya melalui pemberian opini, pertanyaan, ataupun tindakan yang diambil saat peristiwa berlangsung.
- Mengaitkan (Relating): menghubungkan kaitan antara peristiwa dengan pengetahuan, keterampilan, keyakinan atau informasi lain yang dimiliki.
- Menganalisis (Reasoning): menganalisis dengan detail mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi, lalu mengambil beberapa perspektif lain, misalnya dari teori atau kejadian lain yang serupa, untuk mendukung analisis tersebut.
- Merancang ulang (Reconstructing): menuliskan rencana alternatif jika menghadapi kejadian serupa di masa mendatang.
Pada tahapan mandiri dan eksplorasi konsep, CGP mempelajari modul dari LMS, di antara konsep-konsep yang dipelajari yaitu:
- Urgensi Pembelajaran Sosial dan Emosional untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis (well-being) secara optimal,
- Konsep Pembelajaran Sosial dan Emosional berdasarkan kerangka kerja CASEL (Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning) yang bertujuan untuk mengembangkan 5 (lima) Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) yaitu: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab,
- Implementasi pembelajaran sosial emosional di kelas dan sekolah melalui 4 indikator, yaitu: pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktik mengajar guru dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, dan penguatan pembelajaran sosial emosional pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di sekolah.
Pada fase ruang kolaborasi kami dibagi dalam beberapa kelompok dari untuk mendiskusikan tentang penerapan KSE dalam pembelajaran di kelas. Kemudian di fase demostrasi kontekstual membuat RPP KSE. Pada fase Koneksi antar materi kami diminta mengulas kembali serta mencariketerkaitan antar materi dari modul 1.1 sampai dengan 2.2. Dan pada fase terakhir yaitu aksi nyata merefleksikan kegiatan berbagi pemahaman terkait pembelajaran sosial dan emosional dengan metode 4F (
Tantangan dalam penerapan mindfulness adalah menyiapkan waktu dan menyisipkannya dalam setiap keadaan. Pada teknik STOP kini saya sudah mulai menerapkan baik untuk memulai aktifitas di saar berdoa sebelum atau sesudah pembelajaran ataupun ketika mencoba menyelesaikan tantangan yang dihadapi.
Tantangan pada penerapan KSE adalah membuat urutan yang jelas agar kompentesi yang diinginkan dapat tercapai. Kadang dalam penerapan KSE saya sebagai guru terlalu berlarut untuk menjelaskan hingga waktu untuk pembelajaran lainnya tanpa terasa tersita.
Relating (Mengaitkan)
- Pembelajaran sosial emosional lebih menitikberatkan pada pencapaian nilai-nilai budi pekerti yang dapat melatih anak untuk memiliki kesadaran diri sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara
- Pembelajaran sosial emosional merupakan pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah, hal ini sesuai dengan nilai guru penggerak yaitu kolaboratif. Untuk mewujudkan pembelajaran sosial emosional maka seorang guru penggerak harus harus dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan namun tetap menantang dan relevan bagi murid.
Reasoning (Menganalisis)
Setelah menelaah dengan seksama, sebenarnya PSE sudah diterapkan oleh guru-guru dalam pembelajaran sehari-hari di kelas. Namun penerapan tersebut masih belum terencana dan tertulis secara jelas pada modul ajar/ RPP.
Hingga pada akhirnya guru sebagai pendidikan kesulitan untuk menentukan kompentensi yang diharapkan muncul dari kegiatan yang telah dilakukan. Pada modul 2.2 ini CGP diajarkan untuk menerapakan PSE secara terencana hingga KSE juga dapat terukur dengan baik.
Dengan pengukuran ini guru memiliki laporan kemajuan perkembangan murid baik dalam aspek kognitif maupun afektif.
Reconstructing (Merancang Ulang)
Dalam proses merancangan kegiatan ke depan ada beberapa tahapan yang akan saya lakukan diantaranya:
- Mulai dari diri, artinya menjadi diri sendiri sebagai orang yang pertama mencoba dan terus mencoba hingga menemukan strategi yang tepat.
- Menyebar luaskan. Dalam proses menyebar luaskan ada beberapa strategi yang akan saya terapkan. Pertama melalui media sosial dan mengajak secara tidak langsung. Kedua mengajak rekan sejawat secara langsung dengan menjadi observer pembelajaran.
- Melakukan Diseminasi hasil atau berbagi praktik baik secara daring maupun luring.
Demikanlah refleksi dwi mingguan modul 2.2 yang telah saya susun. Terimakasih.
Salam Guru Penggerak,
Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan

No comments:
Post a Comment